4 Tahun Berjalan, Donor Darah ASN Pemerintah Aceh Mencapai 42 Ribu Kantong Darah

oleh -267 Dilihat
Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh, Dr. Iskandar, AP, S.Sos, M.Si, meninjau pelaksanaan donor darah rutin oleh ASN Satda Aceh, di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Aceh, Selasa, 9 Januari 2024. FOTO : Humas Gubernur Aceh

Banda Aceh, Beaktual.com – Kegiatan donor darah ASN Pemerintah Aceh sudah berjalan selama 4 tahun,  sejak digelar pertama sekali pada Mei 2020. Total  darah yang disumbangkan para ASN itu mencapai 42.369 kantong darah. 

Kegiatan donor darah rutin ASN Pemerintah Aceh digagas Gubernur Aceh Nova Iriansyah. Kegiatan tersebut digerakkan menyikapi kelangkaan pendonor pada masa pandemi Covid-19. Usai pandemi, kegiatan tersebut terus berlanjut karena dinilai bermanfaat dan mendukung pemenuhan kebutuhan darah rumah sakit. 

“Kegiatan ini masih terus berlanjut pada tahun ini,” kata Kabag Kesra Yandas Biro Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Aceh, dr. Rauyani, MKM, Selasa, 9 Januari 2024

dr. Rauyani merinci capaian per tahun selama kegiatan donor darah ASN Pemerintah Aceh berlangsung. Pada 2020 terkumpul sebanyak 6.556 kantong,  2021 naik 13.679 kantong, 2022 sebanyak 13.527 kantong dan  2023 sebanyak 8.607 kantong. 

Pada awal 2024 ini kegiatan donor darah itu kembali dimulai di lingkup Pemerintah Aceh. Jadwal pertama yang berdonor adalah para ASN yang berdinas di Sekretariat Daerah Aceh atau Kantor Gubernur Aceh. 

Kegiatan awal tahun itu dimulai pada tanggal 8 dan 9 Januari 2024. Sebanyak 191 ASN berhasil mendonorkan darahnya. Bahkan diantara para ASN tersebut, dua pejabat utama di Pemerintah Aceh juga ikut mendonor yaitu Asisten Pemerintahan, Keistimewaan dan Kesejahteraan Sekda Aceh Azwardi dan Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh Iskandar. 

“Biasanya awal tahun hanya 80 orang pendonor, ini dua kali lipat artinya antusias berdonor ASN makin tinggi, ” ujar dr. Rauyani. 

dr. Rauyani menjelaskan,  donor darah memberikan manfaat untuk pendonor sendiri, dimana dapat menstimulasi pembentukan sel darah merah yang baru, mengurangi resiko penyakit, menyehatkan tubuh dan tubuh menjadi lebih segar.

“Sedangkan untuk penerima manfaat dapat membantu dan menolong masyarakat yang membutuhkan darah terutama yang menderita penyakit thalasemia dan pasien-pasien lain yang membutuhkan darah, ” pungkas dr. Rauyani. []

No More Posts Available.

No more pages to load.