Bardan Sahidi; Cabor Anggar Semakin Berkembang di Aceh

oleh -
Bardan Sahidiri berfoto bersama usai mengalungkan medali dan menyerahkan sertifikat pemenang Pra-PORA Cabang Anggar Tahun 2021, di GOR KONI Aceh, Banda Aceh

Banda Aceh, Beaktual.com – Cabang olahraga asal Eropa yang telah dipertandingkan di ajang Olimpiade antara abad 14 dan 15 kini semakin berkembangi di Aceh. Hal itu seperti disampaikan oleh Anggota DPRA Bardan Sahidi usai diberikan kehormatan untuk mengalungkan medali dan menyerahkan sertifikat bagi para juara ajang Prakualifikasi Pekan Olahraga Aceh (Pra-PORA) Cabang Anggar, di GOR KONI Aceh, Banda Aceh 28 November 2021.

Seperti diketahui, dari tanggal 22 hingga 28 November 2021, ratusan fencer—sebutan untuk atlet anggar—dari berbagai kabupaten/kota di Aceh bersaing untuk merebut tiket PORA XIV Pidie tahun 2022.

“Cabang olahraga anggar semakin tumbuh dan berkembang di Aceh,” kata Bardan. Hal itu tambahnya dapat dilihat dari jumlah fencer dan jumlah kabupaten/kota yang ikut ambil bagian di ajang Pra-PORA tahun 2021.

“Hampir merata di seluruh Aceh,” tambah Bardan yang juga pengurus KONI Aceh.

Meskipun dikatakan cabang anggar kini semakin tumbuh dan berkembang, namun Bardan menyebutkan, berbicara  tentang prestasi anggar, bukanlah berbicara tentang hal baru. Di masa-masa kejayaannya anggar pernah menjadi cabang yang rutin mempersembahkan medali emas bagi kontingen Aceh di ajang PON.

“Bahkan atlet anggar Aceh mampu berprestasi di ajang SEA Games, dan menjadi cabang olahraga Aceh pertama yang tampil di Olimpiade,” kata Bardan.

Atlet yang dimaksud Bardan adalah Al Kindi yang berhasil tampil di Olimpiade Seoul 1988 dan menjadi andalan Indonesia di ajang SEA Games kala itu. Pada masanya, Al Kindi dikenal sebagai Raja Floret—salahsatu nomor pertandingan cabang anggar—Indonesia.

“Lolosnya Al Kindi ke Olimpiade menjadi kebanggan bagi masyarakat Aceh,” tambah Bardan.

Di PON XX tahun 2021 Papua yang telah selesai dilaksanakan beberapa waktu lalu, Cabang Anggar Aceh berhasil meraih satu medali emas, satu perak dan dua perunggu. “Ini merupakan prestasi yang luar biasa, karena setelah sekian lama, baru di PON Papua cabang anggar berhasil mempersembahkan medali emas untuk Kontingen Aceh,” kata Bardan.

“Di bawah kepemimpinan Ketua Umum IKASI Aceh M. Nasir Syamaun beserta dengan jajarannnya, cabang anggar di Aceh kini semakin tumbuh dan berkembang, dan berhasil mengukir prestasi. Saya yakin ke depan prestasi anggar Aceh akan semakin meningkat, baik di level nasional, dan internasional.”[]