Pimpin RUPS, Pj Gubernur : Bank Aceh harus Berperan Aktif Sukseskan PON XXI

oleh -72 Dilihat
Pj. Gubernur Aceh, Bustami, SE, M.Si, didampingi Pj. Sekda Aceh, Azwardi, AP, M.Si dan Plh. Direktur Utama Bank Aceh Syariah, Fadhil Ilyas, menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dengan seluruh Bupati dan Walikota se-Aceh di Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, Minggu, 5 Mei 2024.

Banda Aceh, Beaktual.com – Penjabat Gubernur Aceh Bustami Hamzah, mengingatkan jajaran PT Bank Aceh Syariah untuk berperan aktif dalam menyukseskan gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh Sumut yang akan digelar pada 8-20 September mendatang.

Hal tersebut merupakan satu dari sembilan pesan yang disampaikan oleh Pj Gubernur, selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP) PT Bank Aceh Syariah, pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT BAS tahun Buku 2023, yang dihadiri oleh seluruh Bupati dan Wali Kota se-Aceh selaku Pemegang Saham, di ruang tengah Meuligoe Gubernur Aceh, Minggu 5 Mei 2024

“Bank Aceh harus berperan aktif dalam menyukseskan perhelatan PON Aceh – Sumut 2024 sebagai bagian dari agenda nasional, yang akan mempertaruhkan marwah, harkat, martabat dan kehormatan kita semua,” ujar Gubernur mengingatkan.

Delapan poin lainnya yang juga disampaikan oleh Gubernur pada RUPS tersebut adalah terkait silaturrahmi dan koordinasi lintas sektor. Hal ini menjadi hal yang sangat ditekankan oleh Bustami, agar Bank Aceh memiliki kemampuan dalam menghadapi perubahan dari bisnis keuangan yang terjadi.

“Pengurus Bank harus memperbaiki kualitas komunikasi dan silaturrahmi dengan seluruh pemangku kebijakan. Karena hal ini memiliki peran krusial dan sangat vital yang akan membawa dampak bagi reputasi, dan hubungan erat karena stakeholder merasa memiliki keterikatan baik secara personal maupun emosional sehingga terbangun kepercayaan, efisiensi, keputusan yang tepat dan kemampuan meminimalkan resiko,” kata Gubernur.

Untuk membangun kedekatan tersebut, Pj Gubernur berpesan agar jajaran Bank Aceh melakukan kegiatan yang dapat menjaga dan memperkuat relasional dengan para pemangku kebijakan tersebut.

Bustami menambahkan, koordinasi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kebijakan merupakan bagian dari upaya untuk membangun efektifitas, dan kemampuan organisasi untuk mengidentifikasi, serta menghilangkan hal yang berpotensi menjadi penghalang dalam operasional. Sehingga dapat meningkatkan kemampuan untuk berinovasi, mendukung keberlanjutan pencapaian kinerja sehingga visi dan misi Bank Aceh dapat terwujud.

Di sisi lain, Bustami juga berpesan agar Bank Aceh fokus melakukan perbaikan tata kelola perusahaan yang baik dan profil risiko sebagaimana yang diamanatkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Terus lakukan evaluasi, perbaikan dan pengembangan bisnis Bank dengan keunikan dan kekhasan yang dimiliki oleh Bank Aceh Syariah, dalam pendanaan dan pembiayaan sehingga keberadaannya bisa menjadi Bank yang ramah terhadap dunia usaha,” kata Gubernur.

Selain itu, Pj Gubernur juga berpesan agar Bank Aceh terus meningkatkan pembiayaan sektor produktif, khususnya pembiayaan untuk usaha mikro, kecil dan menengah sebagai penyangga ekonomi kerakyatan, karena hal ini sesuai dengan misi nomor 1 dari Bank Aceh, yaitu ‘Menjadi Penggerak Perekonomian Aceh Dan Pendukung Agenda Pembangunan Daerah Dan Nasional Melalui Ekonomi Kerakyatan.’

Pada kesempatan tersebut, Bustami juga mengingatkan jajaran Bank Aceh untuk terus meningkatkan budaya pelayanan berbasis kepada kebutuhan nasabah dengan penuh keikhlasan, melalui prinsip Ukhuwah, mahabbah dan bil hikmah.

“Jajaran Bank Aceh harus terus berupaya menumbuhkembangkan pelayanan terhadap nasabah dengan prinsip melayani mereka sebagaimana melayani diri kita sendiri. Setiap hari, harus ada tekad di dalam diri kita untuk selalu memberikan pelayanan terbaik, serta semakin memberikan kemudahan melalui pemanfaatan teknologi informasi digital, sehingga berdampak pada kepuasan nasabah,” imbau Bustami.

Selanjutnya, Pj Gubernur juga berpesan agar jajaran Bank Aceh terus melakukan pengembangan produk-produk alternatif yang lebih inovatif sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan memiliki potensi bagi keuntungan namun dengan tidak mengabaikan risiko yang akan terjadi.

Jajaran Bank Aceh juga diingatkan untuk terus membangun dan mengembangkan budaya risiko dan kepatuhan dalam aktivitas dan usaha perbankan, sehingga Bank Aceh memiliki kemampuan untuk memperkecil terjadinya risiko dan memiliki rencana aksi dalam memitigasi setiap risiko yang mungkin saja terjadi dan dihadapi.

“Untuk mencapai itu semua, maka perlu disusun program yang dapat meningkatkan kemampuan, kapasitas dan kapabilitas baik sumber daya manusia, infrastruktur melalui pelatihan, workshop dan pendidikan yang berorientasi pada peningkatan skill, pengetahuan dan juga ketrampilan,” kata Pj Gubernur.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga mengingatkan, bahwa mewujudkan visi Bank Aceh, yaitu ‘Menjadi Bank Syariah Terdepan Dan Terpercaya Dalam Pelayanan Di Indonesia,’ adalah sebuah visi yang tidak mudah dan membutuhkan komitmen dan tekad semua pihak, karena l banyak tantangan yang akan dihadapi.

“Semua menjadi tidak ringan, karena untuk menjadi Bank yang kuat dan stabil dibutuhkan transformasi, sehingga Bank Aceh dapat menjadi tuan di negerinya sendiri. Semoga pertemuan kita hari ini menjadi energi baru dalam mempertahankan eksistensi Bank Aceh sebagai Bank daerah yang telah merambah dan berkontribusi bagi pembangunan ekonomi daerah dan nasional,” kata Gubernur.

“Sebagai entitas bisnis tentu Bank Aceh harus berorientasi pada pencapaian profit yang optimal namun tetap berpegang teguh pada tata kelola perusahaan (GCG) dan pengelolaan risiko yang terus menjaga tingkat kesehatan Bank,” pungkas Gubernur berpesan.

Bagi Dividen Rp296 milyar Bank Aceh Optimis Kinerja Semakin Positif di 2024

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2023 hari ini, juga telah disetujui pembagian dividen dengan senilai total Rp296 miliar. Nilai ini mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan total dividen tahun buku 2022 yang sebesar Rp295 milyar.

Dengan memperhitungkan komposisi saham milik Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota se-Aceh selaku pemegang saham, maka perseroan akan menyetorkan dividen ke rekening masing-masing Kas Daerah, sesuai dengan porsi kepemilikannya masing-masing.

Untuk diketahui bersama, penyetoran dividen merupakan salah satu kontribusi nyata Bank Aceh dalam meningkatkan Pendapatan Asli Aceh (PAA). Bank Aceh tetap optimis dapat membukukan pertumbuhan kinerja positif yang sejalan dengan agenda transformasi yang masih berjalan di 2024.

Sekretariat Perusahaan Bank Aceh Teuku Zulfikar menyampaikan, kenaikan rasio pembayaran dividen tahun ini dilakukan seiring dengan kinerja keuangan Bank yang terus membaik dengan capaian laba Rp575,5 miliar di 2023.

Bank juga mampu mengelola rasio kecukupan permodalan atau Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) pada level yang sehat mencapai 22,7 persen di Desember 2023, sehingga kami memiliki kapasitas untuk membagi dividen dengan rasio dan nilai yang lebih besar.

Zulfikar menuturkan, perseroan optimis dalam meningkatkan kinerja secara berkelanjutan. Berdasarkan laporan keuangan Tahun Buku 2023 Bank Aceh Syariah mencatatkan laba total aset Rp30,4 triliun atau naik 5,92 persen.

Sementara itu, realisasi pembiayaan tahun 2023 mencapai Rp18,6 triliun atau tumbuh 7,81% dibanding tahun sebelumnya Rp17,3 triliun. Adapun dana pihak ketiga (DPK) Bank Aceh tercatat Rp24,4 triliun

Teuku Zulfikar menyebut capaian kinerja Bank Aceh ini dapat diraih berkat transformasi digital dan didorong oleh dukungan dan sinergi oleh para pemangku kebijakan terkait.“Transformasi digitalisasi juga menjadi kunci untuk pencapaian strategi bisnis Bank Aceh. Saat ini Bank Aceh kian fokus untuk terus menggarap sektor kredit produktif untuk terus membantu menggerakkan perekonomian Aceh,” pungkas Zulfikar. []

No More Posts Available.

No more pages to load.