<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sejarah Arsip - Beaktual</title>
	<atom:link href="https://beaktual.com/category/sejarah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://beaktual.com/category/sejarah/</link>
	<description>Sajian Informasi Penting &#38; Menarik</description>
	<lastBuildDate>Mon, 05 May 2025 13:45:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://beaktual.com/wp-content/uploads/2022/03/cropped-LOGO-BEAKTUAL-2-100x75.png</url>
	<title>Sejarah Arsip - Beaktual</title>
	<link>https://beaktual.com/category/sejarah/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Wali Nanggroe Terima Kunjungan Hamid Awaluddin, Silaturahmi dan Bahas Rencana Penambahan Batalyon di Aceh</title>
		<link>https://beaktual.com/wali-nanggroe-terima-kunjungan-hamid-awaluddin-silaturahmi-dan-bahas-rencana-penambahan-batalyon-di-aceh/</link>
					<comments>https://beaktual.com/wali-nanggroe-terima-kunjungan-hamid-awaluddin-silaturahmi-dan-bahas-rencana-penambahan-batalyon-di-aceh/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Beaktual]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 May 2025 13:45:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Utama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://beaktual.com/?p=8219</guid>

					<description><![CDATA[<p>Aceh Besar &#124; Beaktual.com – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al-Haytar menerima kunjungan silaturrahmi dari Hamid Awaluddin, mantan</p>
<p>Artikel <a href="https://beaktual.com/wali-nanggroe-terima-kunjungan-hamid-awaluddin-silaturahmi-dan-bahas-rencana-penambahan-batalyon-di-aceh/">Wali Nanggroe Terima Kunjungan Hamid Awaluddin, Silaturahmi dan Bahas Rencana Penambahan Batalyon di Aceh</a> pertama kali tampil pada <a href="https://beaktual.com">Beaktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Aceh</strong> <strong>Besar | Beaktual.com </strong>– Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al-Haytar menerima kunjungan silaturrahmi dari Hamid Awaluddin, mantan Menteri Hukum dan HAM RI sekaligus tokoh yang turut terlibat dalam proses perdamaian Aceh, Senin 5 Mei 2025</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada pertemuan yang berlangsung di Meuligoe Wali Nanggroe, Aceh Besar, turut hadir Staf Khusus Wali Nanggroe DR. M. Raviq, Teuku Kamaruzaman (Ampon Man), DR. Rustam Effendi, Sekretaris Jenderal Partai Aceh, Aiyub Abbas, Ketua Komisi I DPRA, Tgk. Muharuddin dan anggota DPR Aceh Azhari M Nur Haji Maop.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu topik penting yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah mengenai rencana penambahan empat batalyon TNI di wilayah Aceh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menanggapi isu tersebut, Hamid Awaluddin menyampaikan pandangannya dengan menekankan pentingnya penjelasan dari pemerintah pusat mengenai urgensi dan relevansi kebijakan tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Saya baru tahu tentang rencana ini, maka saya mengajukan dua pertanyaan penting: apa urgensinya dan apa relevansinya?” kata Hamid.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya jika pemerintah mampu menjawab dengan jelas dua pertanyaan tersebut kepada masyarakat Aceh, maka penilaian bisa diberikan secara objektif. Namun tanpa penjelasan rasional, wajar jika masyarakat mempertanyakan dan merasa resah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Itu komentar saya ya, karena saya belum terlampau pelajari dengan saksama,” tutup Hamid menyampaikan usai pertemuan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti diketahui, Pemerintah Pusat berencana mengadakan penambahan empat batalyon TNI di Aceh. Sehari sebelumnya, Wali Nanggroe telah menyampaikan bahwa hal itu bertentangan dengan perjanjian damai Pemerintah Republik Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (RI-GAM) atau MoU Helsinki yang ditandatangani di Finlandia pada 2005 silam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Selama perdamaian berlaku, masyarakat Aceh semakin merasa aman dan merasa bahwa pemerintah berkomitmen kepada perjanjian damai MoU Helsinki 2005. Malah, pihak eks kombatan GAM bahu-membahu saling menjaga keamanan sejak tahun 2005 sampai 2025,&#8221; kata Wali Nanggroe.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemudian dari sisi geopolitik dunia saat ini, Wali Nanggroe juga mengatakan bahwa hubungan negara-negara berdekatan dengan Indonesia (ASEAN) baik-baik aja. Ini termasuk India, Sri Langka, Bangladesh dan Asutralia. Menurutnya, alasan untuk menambah personel TNI di Aceh tidak tepat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Seandainya ada ancaman dari luar, rakyat Aceh dapat diharapkan untuk menantang musuh yang datang dari luar. Sejarah Aceh telah membuktikan Aceh sendiri dapat menantang Portugis selama ini lebih dari 100 tahun, Belanda 70 tahun dan Jepang 3,5 tahun,&#8221; ungkap Wali Nanggroe.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Yang harus digaris bawahi adalah kepercayaan dan komitmen bersama pada apa yang telah disepakati, adalah benteng pertahanan yang kokoh dan pintu memasuki era pembangunan Aceh di masa depan yang cemerlang. Salah satu ganjalan saat penanda tanganan MoU Helsinki saat itu adalah soal penentuan Jumlah TNI dan Polri di Aceh dalam Naskah Perjanjian,” kata Wali Nanggroe mengisahkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketua Komisi I DPRA, Tgk. Muharuddin, turut menyoroti persoalan ini dari aspek hubungan pusat-daerah serta dampaknya terhadap masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menyatakan bahwa pembangunan empat batalyon TNI tanpa komunikasi dan koordinasi yang memadai dengan Pemerintah Aceh berpotensi merusak rasa saling percaya yang menjadi fondasi utama dalam implementasi MoU Helsinki.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Aceh memiliki kewenangan khusus sebagai daerah istimewa. Jika penempatan pasukan besar dilakukan secara sepihak, ini berisiko mengabaikan kekhususan tersebut dan bisa memicu ketegangan politik,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tgk. Muhar—sapaan akrab Tgk. Muharuddin&#8211;juga mengingatkan tentang potensi trauma kolektif dan polarisasi sosial yang bisa muncul akibat langkah tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menilai kehadiran militer dalam jumlah besar tanpa pendekatan partisipatif dan sosialisasi yang cukup bisa menimbulkan rasa tidak aman dan memperkuat sentimen anti-pusat yang sebelumnya telah mereda. []</p>
<p>Artikel <a href="https://beaktual.com/wali-nanggroe-terima-kunjungan-hamid-awaluddin-silaturahmi-dan-bahas-rencana-penambahan-batalyon-di-aceh/">Wali Nanggroe Terima Kunjungan Hamid Awaluddin, Silaturahmi dan Bahas Rencana Penambahan Batalyon di Aceh</a> pertama kali tampil pada <a href="https://beaktual.com">Beaktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://beaktual.com/wali-nanggroe-terima-kunjungan-hamid-awaluddin-silaturahmi-dan-bahas-rencana-penambahan-batalyon-di-aceh/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Plt Sekda Aceh : Keunggulan Sejarah dan Budaya Peluang Kembangkan Wisata Halal di Aceh</title>
		<link>https://beaktual.com/plt-sekda-aceh-keunggulan-sejarah-dan-budaya-peluang-kembangkan-wisata-halal-di-aceh/</link>
					<comments>https://beaktual.com/plt-sekda-aceh-keunggulan-sejarah-dan-budaya-peluang-kembangkan-wisata-halal-di-aceh/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Beaktual]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Mar 2025 03:31:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://beaktual.com/?p=7957</guid>

					<description><![CDATA[<p>Banda Aceh, Beaktual.com&#160;– Perjalanan sejarah dan ragam budaya yang tersebar di seluruh wilayah Aceh merupakan modal yang sangat bagus untuk mengembangkan pariwisata</p>
<p>Artikel <a href="https://beaktual.com/plt-sekda-aceh-keunggulan-sejarah-dan-budaya-peluang-kembangkan-wisata-halal-di-aceh/">Plt Sekda Aceh : Keunggulan Sejarah dan Budaya Peluang Kembangkan Wisata Halal di Aceh</a> pertama kali tampil pada <a href="https://beaktual.com">Beaktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Banda Aceh, Beaktual.com</strong>&nbsp;– Perjalanan sejarah dan ragam budaya yang tersebar di seluruh wilayah Aceh merupakan modal yang sangat bagus untuk mengembangkan pariwisata halal di Tanoh Rencong.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal tersbut disampaikan oleh Plt Sekretaris Daerah Aceh M Nasir Syamaun, dalam sambutannya sebelum membuka secara resmi Aceh Economic Forum (AEF) 2025, di Aula Teuku Umar Bank Indonesias, Selasa 18 Maret 2025.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Dengan keunggulan budaya, sejarah, dan keindahan alam yang kita miliki, konsep pariwisata halal menjadi peluang besar yang dapat kita optimalkan. Aceh memiliki potensi wisata yang luar biasa, mulai dari wisata religi, wisata sejarah, wisata bahari, wisata budaya hingga wisata alam. Beragam destinasi seperti Masjid Raya Baiturrahman, Museum Tsunami, Pantai Lampuuk, dan Sabang adalah di antara daya tarik utama yang telah dikenal secara luas,” ujar Plt Sekda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di samping itu, sambung Plt Sekda, masih banyak lagi wisata Aceh yang potensial untuk dikembangkan. Namun, potensi ini perlu dikemas dengan pendekatan yang lebih sistematis dan berbasis ekonomi halal agar memberikan dampak yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi Aceh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ada beberapa langkah strategis yang perlu dilakukan bersama, yaitu peningkatan Infrastruktur dan Aksesibilitas. Pemerintah Aceh terus berkomitmen meningkatkan infrastruktur, baik jalan, transportasi udara, maupun sarana pendukung lainnya, guna menunjang aksesibilitas ke destinasi wisata halal,” kata Plt Sekda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, lanjut M Nasir, penguatan Sumber Daya Manusia juga penting karena pengembangan industri pariwisata halal memerlukan SDM yang baik. Oleh karena itu, pelatihan bagi pelaku usaha wisata, pemandu wisata, serta sertifikasi halal bagi sektor pendukung lainnya harus terus digalakkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Selain itu, penguatan Branding dan Promosi Aceh juga harus lebih gencar dimempromosikan sebagai destinasi pariwisata halal, baik di tingkat nasional maupun internasional. Pemanfaatan teknologi digital dan media sosial sangat penting dalam strategi pemasaran ini,” sebut M Nasir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Terakhir, kolaborasi dan Kemitraan. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat sangat diperlukan dalam pengembangan industri ini. Kita juga perlu menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk investor dari dalam dan luar negeri, untuk mendukung pengembangan ekosistem pariwisata halal di Aceh,” imbuh Plt Sekda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Plt Sekda menjelaskan, Pariwisata halal bukan hanya tentang ketersediaan makanan halal atau fasilitas ibadah, tetapi juga menyangkut pelayanan, keamanan, kenyamanan, serta pengalaman wisata yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengembangan pariwisata halal bukan sekadar strategi ekonomi, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat identitas Aceh sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai Islam. Dengan berkembangnya industri ini, kita tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menjaga nilai-nilai budaya dan keislaman yang menjadi kebanggaan kita semua.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam sambutannya, Plt Sekda menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Kantor Perwakilan Aceh yang telah menyelenggarakan forum yang sangat strategis dengan tema ‘Pengembangan Pariwisata Halal sebagai Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru di Aceh’, sangat relevan dengan visi Pemerintah Aceh, yaitu mewujudkan ‘Aceh Islami, Maju, Bermartabat, dan Berkelanjutan’.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagaimana diketahui, untuk mewujudkan visi tersebut, Pemerintah Aceh telah menetapkan 21 program kerja prioritas, salah satunya adalah mewujudkan industri pariwisata dan industri halal. Hal ini menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Aceh dalam menjadikan sektor pariwisata halal sebagai pilar utama dalam pembangunan ekonomi daerah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Terima kasih kepada Bank Indonesia Kantor Perwakilan Aceh atas terselenggaranya acara ini, kepada para narasumber. Insya Allah, forum ini menghasilkan rekomendasi yang konstruktif bagi kemajuan ekonomi Aceh melalui sektor pariwisata halal,” kata Plt Sekda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Saya berharap melalui forum ini, kita dapat melahirkan ide-ide inovatif, solusi konkret, serta kebijakan yang dapat mendukung percepatan pengembangan industri pariwisata halal di Aceh. Saya juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama berkontribusi dalam pengembangan sektor ini,” pungkas Plt Sekda Aceh. []</p>
<p>Artikel <a href="https://beaktual.com/plt-sekda-aceh-keunggulan-sejarah-dan-budaya-peluang-kembangkan-wisata-halal-di-aceh/">Plt Sekda Aceh : Keunggulan Sejarah dan Budaya Peluang Kembangkan Wisata Halal di Aceh</a> pertama kali tampil pada <a href="https://beaktual.com">Beaktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://beaktual.com/plt-sekda-aceh-keunggulan-sejarah-dan-budaya-peluang-kembangkan-wisata-halal-di-aceh/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pj Gubernur Safrizal : Maulid Raya, Momentun Meneladani Rasulullah dan Mengenang 2o Tahun Tsunami</title>
		<link>https://beaktual.com/pj-gubernur-safrizal-maulid-raya-momentun-meneladani-rasulullah-dan-mengenang-2o-tahun-tsunami/</link>
					<comments>https://beaktual.com/pj-gubernur-safrizal-maulid-raya-momentun-meneladani-rasulullah-dan-mengenang-2o-tahun-tsunami/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Beaktual]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Nov 2024 22:34:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://beaktual.com/?p=7260</guid>

					<description><![CDATA[<p>Banda Aceh, Beaktual.com&#160;– Peringatan Maulid Raya 1446 Hijriah yang digelar Pemerintah Aceh merupakan momentum yang sangat tepat untuk meneladani Rasulullah Salallahu ‘Alaihi</p>
<p>Artikel <a href="https://beaktual.com/pj-gubernur-safrizal-maulid-raya-momentun-meneladani-rasulullah-dan-mengenang-2o-tahun-tsunami/">Pj Gubernur Safrizal : Maulid Raya, Momentun Meneladani Rasulullah dan Mengenang 2o Tahun Tsunami</a> pertama kali tampil pada <a href="https://beaktual.com">Beaktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Banda Aceh, Beaktual.com</strong>&nbsp;– Peringatan Maulid Raya 1446 Hijriah yang digelar Pemerintah Aceh merupakan momentum yang sangat tepat untuk meneladani Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wasallam serta mengenang 20 tahun peristiwa yang melanda Aceh pada 26 Desember 2004 Silam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal tersebut disampaikan oleh Pj Gubernur Aceh Dr H Safrizal ZA M Si, dalam sambutannya pada peringatan Maulid Raya dan Peringatan 20 tahun Tsunami Aceh, di Taman Sultanah Safiatuddin, Jum’at 15 November 2024 sore.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Maulid Raya merupakan sarana kita meneladani Rasulullah melalui ceramah yang sesaat lagi akan disampaikan oleh Al Mukarram Ustadz Das’ad Latief. Selain itu, kegiatan ini merupakan bentuk syukur karena kita juga mengenang dua dekade yang lalu, ketika Allah menguji Aceh dengan musibah yang menggetarkan. Tsunami yang meluluhlantakkan tidak hanya bangunan, tetapi juga meninggalkan luka mendalam,” ujar Safrizal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Namun, dari cobaan ini kita belajar bahwa kebersamaan adalah kekuatan. Dalam duka itu, kita menemukan kebangkitan. Hari ini, dalam syukur dan do’a, kita mengenang dengan hati yang penuh harap kepada Allah, semoga hikmah dari peristiwa itu mengajarkan kita arti sabar, ikhlas, dan keteguhan iman,” sambung mantan Pj Gubernur Kalimantan Selatan itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lulusan terbaik STPDN angkatan pertama itu mengajak para hadirin agar dalam setiap syukur yang dipanjatkan kepada Allah, terselip harapan akan syafaat dari Rasulullah SAW kelak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Rasulullah adalah teladan utama dalam kehidupan kita, dalam jejak langkah Rasulullah kita menemukan panduan menjalani hidup yang lebih baik, penuh akhlak mulia, dan penuh ridha dari Allah SWT. Rasulullah mengajarkan kita arti kesabaran, kejujuran, ketulusan, serta cinta yang dalam kepada Allah dan sesama insan,” kata Safrizal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, terkait pelaksanaan Maulid Raya, Pj Gubernur menjelaskan, bahwa kegiatan ini merupakan bukti komitmen Pemerintah Aceh untuk menghidupkan syiar Islam, menjadikannya bagian tak terpisahkan dalam denyut nadi kehidupan masyarakat Aceh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Peringatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi wujud nyata dari upaya mempererat ukhuwah, memperkuat keimanan, dan menjaga nilai-nilai budaya Islam yang telah menjadi identitas luhur masyarakat Aceh sejak dahulu kala,” ungkap mantan Pj Gubernur Kepulauan Bangka Belitung itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Safrizal mengungkapkan, berdasarkan sejarah, Aceh punya tradisi sendiri dalam merayakan Maulid Nabi. Ketika Kerajaan Bandar Aceh Darussalam didirikan pada 12 Rabiul Awal Tahun 913 Hijriah, bertepatan dengan 23 Juli 1507 oleh Sultan Ali Mughayatsyah, beliau menyampaikan 21 pesan penting kepada rakyat Aceh, salah satunya adalah agar rakyat Aceh merayakan Maulid Nabi selama 3 bulan 10 hari untuk tujuan silaturrahmi dengan makan kenduri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Namun, dalam perkembangan sejarah Aceh selanjutnya, yaitu pada masa Sulthan Iskandar Muda, tradisi ini terus diperkuat, malah Iskandar Muda membagi pelaksanaannya menjadi tiga tahap berdasarkan Almanak (Kalender) Aceh, yg berturut turut disebutkan, yaitu: Buleuen Hasan Husen, Buleuen Safa, Buleuen Maulod, Adoe Molod Dan Maulud Akhe,” ujar Safrizal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pj Gubernur menjelaskan, pada tahap pertama di tingkat kemukiman, kedua di tingkat gampong dan tahapan ketiga pelaksanaan di tingkat pemerintah atau kerajaan. Sedangkan Maulid Raya yang Pemerintah Aceh laksanakan hari ini merujuk kepada Almanak Aceh tersebut, yaitu pada Buleuen Maulud Akhe.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ini sesungguhnya adalah legacy para Sultan Aceh tempo dulu. Kita berharap legacy ini dapat terus ditumbuhkembangkan oleh generasi Aceh saat ini dan mendatang,” pungkas Pj Gubernur Safrizal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada kesempatan tersebut, Pj Gubernur Safrizal didampingi sang istri Safriati yang juga menjabat sebagai Pj Ketua TP PKK Aceh, menyerahkan santunan kepada anak 400 anak yatim dan 100 disabilitas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelumnya, Menteri Ekonomi Kreatif RI T Riefky Harsya, dalam sambutannya menjelaskan, bahwa Rasulullah adalah suri teladan dan panutan bagi umat manusia hingga akhir jaman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Rasulullah menjelaskan kepada kita bahwa pemimpin adalah penjaga atau orang yang diberi amanah. Setiap kita adalah pemimpin terlepas besar atau kecil tanggung jawab yang dipikul, maka kita akan mempertanggungjawabkannya,” kata Riefky.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Rasulullah adalah suri teladan yang sangat dicintai kaumnya dan disegani lawannya. Semoga kita dapat mencontoh dan menjadi insan terbaik. Sebagaimana sabda Rasulullah yang diriwayatkan Imam Ahmad, “Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya.” Mari kita jadikan ini sebagai pedoman hidup,” imbau Menteri Ekraf.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Ustadz Das’ad Latief, dalam ceramahnya menjelaskan, bahwa tujuan Maulid adalah meneladani Nabi Muhammad SAW.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Sebagai makhluk paling mulia, yang telah dijamin syurga untuk Beliau, namun kehidupan Rasulullah bukanlah tanpa masalah. Rasulullah terlahir Yatim, perjalanan dakwah dan syiar Rasulullah pun selalu mendapat pertentangan, bahkan dari paman Beliau sendiri, yaitu Abu Lahab,” ungkap Ustadz Das’ad.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Namun, Rasulullah menghadapi segala cobaan itu dengan terus bersabar dan Shalat. Mari, kita Teladani kehidupan dan keseharian Rasulullah, agar kita semua mendapatkan safa’at Beliau di hari akhirat kelak,” kata Ustadz Das’ad menutup ceramahnya.Maulid Raya 1446 Hijriah dihadiri oleh Forkopimda Aceh, para Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh, para bupati dan wali kota se-Aceh serta ribuan masyarakat. []</p>
<p>Artikel <a href="https://beaktual.com/pj-gubernur-safrizal-maulid-raya-momentun-meneladani-rasulullah-dan-mengenang-2o-tahun-tsunami/">Pj Gubernur Safrizal : Maulid Raya, Momentun Meneladani Rasulullah dan Mengenang 2o Tahun Tsunami</a> pertama kali tampil pada <a href="https://beaktual.com">Beaktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://beaktual.com/pj-gubernur-safrizal-maulid-raya-momentun-meneladani-rasulullah-dan-mengenang-2o-tahun-tsunami/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pembukaan PON XXI Sukses, Pj Gubernur Safrizal Sampaikan Terima Kasih Kepada Presiden Jokowi</title>
		<link>https://beaktual.com/pembukaan-pon-xxi-sukses-pj-gubernur-safrizal-sampaikan-terima-kasih-kepada-presiden-jokowi/</link>
					<comments>https://beaktual.com/pembukaan-pon-xxi-sukses-pj-gubernur-safrizal-sampaikan-terima-kasih-kepada-presiden-jokowi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Beaktual]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Sep 2024 17:20:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[PON ACEH SUMUT]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Utama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://beaktual.com/?p=6839</guid>

					<description><![CDATA[<p>Banda Aceh&#160;– Penjabat Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si, menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada semua pihak atas suksesnya pembukaan penyelenggaraan</p>
<p>Artikel <a href="https://beaktual.com/pembukaan-pon-xxi-sukses-pj-gubernur-safrizal-sampaikan-terima-kasih-kepada-presiden-jokowi/">Pembukaan PON XXI Sukses, Pj Gubernur Safrizal Sampaikan Terima Kasih Kepada Presiden Jokowi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://beaktual.com">Beaktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Banda Aceh</strong>&nbsp;– Penjabat Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si, menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada semua pihak atas suksesnya pembukaan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut yang berlangsung di Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya, Banda Aceh, Senin 9 September 2024 malam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam pernyataannya, Safrizal secara khusus mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo, serta Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan kepada Presiden Joko Widodo atas dukungan dan perhatiannya terhadap penyelenggaraan PON XXI. Juga kepada Menpora Dito Ariotedjo dan Ketua KONI Pusat Marciano Norman atas bimbingan dan kerjasamanya,” ujar Safrizal dalam keterangannya di Banda Aceh, Selasa 10 September 2024.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pj Gubernur Aceh juga mengungkapkan apresiasi kepada panitia pelaksana dan seluruh pihak seperti PB PON, dan mereka yang terlibat dalam suksesnya pembukaan event olahraga bergengsi itu.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Terima kasih juga kepada panitia pelaksana, yang telah bekerja keras dengan dedikasi tinggi dalam menyelenggarakan PON XXI. Kami juga sangat menghargai kontribusi seluruh masyarakat Aceh yang telah memberikan dukungan penuh dalam kelancaran pembukaan acara ini.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pembukaan PON XXI Aceh-Sumut dilakukan malam tadi dan diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Pembukaan tersebut berlangsung secara meriah, di mana ditampilkan berbagai macam atraksi serta tari kolosal bertema kepahlawanan Malahayati. Belasan ribu masyarakat memenuhi stadion sepak bola terbesar di Aceh itu.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, di puluhan gampong lainnya di Banda Aceh dan Aceh Besar, masyarakat juga menggelar nonton bareng pembukaan PON. Pj Gubernur mengatakan, hal itu membuktikan bahwa gelaran PON sangat dinanti-nanti dan dinikmati seluruh masyarakat Aceh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Safrizal menekankan bahwa kesuksesan PON XXI merupakan hasil dari kerja sama dan komitmen bersama berbagai pihak. Ia berharap keberhasilan itu dapat menjadi momentum untuk lebih memajukan olahraga di Aceh serta menjadi inspirasi bagi penyelenggaraan event serupa di masa depan. []</p>
<p>Artikel <a href="https://beaktual.com/pembukaan-pon-xxi-sukses-pj-gubernur-safrizal-sampaikan-terima-kasih-kepada-presiden-jokowi/">Pembukaan PON XXI Sukses, Pj Gubernur Safrizal Sampaikan Terima Kasih Kepada Presiden Jokowi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://beaktual.com">Beaktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://beaktual.com/pembukaan-pon-xxi-sukses-pj-gubernur-safrizal-sampaikan-terima-kasih-kepada-presiden-jokowi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pj Gubernur dan Istri Ziarah ke Makam Syekh Ali Al Fansuri</title>
		<link>https://beaktual.com/pj-gubernur-dan-istri-ziarah-ke-makam-syekh-ali-al-fansuri/</link>
					<comments>https://beaktual.com/pj-gubernur-dan-istri-ziarah-ke-makam-syekh-ali-al-fansuri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Beaktual]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Apr 2024 16:25:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Utama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://beaktual.com/?p=6025</guid>

					<description><![CDATA[<p>Singkil, Beaktual.com &#8211;&#160;Penjabat Gubernur Aceh Bustami Hamzah, sepertinya tak ingin menyianyiakan kunjungan kerjanya di Bumi Sepakat Segenep. Usai bertindak sebagai Inspektur Upacara</p>
<p>Artikel <a href="https://beaktual.com/pj-gubernur-dan-istri-ziarah-ke-makam-syekh-ali-al-fansuri/">Pj Gubernur dan Istri Ziarah ke Makam Syekh Ali Al Fansuri</a> pertama kali tampil pada <a href="https://beaktual.com">Beaktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Singkil, Beaktual.com &#8211;&nbsp;</strong>Penjabat Gubernur Aceh Bustami Hamzah, sepertinya tak ingin menyianyiakan kunjungan kerjanya di Bumi Sepakat Segenep. Usai bertindak sebagai Inspektur Upacara Hari Jadi Kabupaten Aceh Singkil, di halaman Kantor Bupati setempat, bersama Istri dan Ketua DPRA Zulfadli dan Bupati Aceh Singkil Azmi, Gubernur berziarah ke makam Syekh Ali Al Fansyuri, yang merupakan Ayahanda dari Ulama Besar Syekh Abdurrauf As-Singkili.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 45 menit dari Kota Singkil, Gubernur dan rombongan tiba di tepi Sungai Simpang Kanan. Selanjutnya, Gubernur dan rombongan menyeberangi Sungai Simpang Kanan. Perjalanan menantang membelah Sungai Simpang Kanan menggunakan ‘perahu raja’ cukup memacu adrenalin. Wajah-wajah ceria akan perjalanan ziarah perdana ke makam Ulama Aceh terpancar saat perahu raja dan beberapa boat mulai membelah sungai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Suasana keceriaan di atas boat mendadak hening dan khidmat, saat perahu raja menepi dan Gubernur serta rombongan menjejakkan kaki di lokasi makam Ali Fansyuri, yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari bibir Sungai Simpang Kanan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bersama Istri dan Ketua DPR Aceh serta Bupati Aceh Singkil, Gubernur kemudian larut dalam dzikir dan do’a yang dipimpin oleh Ustad Azwar Ramnur, setelah sebelumnya mendengarkan penjelasan singkat tentang perjalanan dakwah Syekh Ali Fansuri dari Wanhar Lingga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pj Bupati Aceh Singkil yang telah mengantarkan dirinya dan rombongan berziarah ke Makam Syek Ali Al-Fansuri, yang berada di Dusun Datar Desa Sungai Mas, Singkil.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kepada Pak Bupati dan jajaran serta Forkopimda Aceh Singkil, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya karena sudah mengantar kami bersama Ketua DPRA berziarah, karena ziarah ini memberi pelajaran berharga bahwa kematian itu pasti dan tentu saja kita harus benar-benar siao dan mempersiapkan segala sesuatunya untuk menghadapi kematian,” kata Gubernur berpesan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gubernur menjelaskan, ziarah hari ini merupakan sebuah napak tilas yang baik, tentang bagaimana perjalanan spiritual Aceh Singkil di masa lalu. “25 tahun, sudah seperempat abad Singkil berdiri. Sejarah panjang yang mendasari berdirinya Singkil sejak lampau harus kita jadikan alas pijak bagi arah pembangunan Singkil yang lebih baik, untuk mewujudkan masyarakatnya yang sejahtera” ujar Gubernur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Hanya dengan niat tulus, komitmen bersama dan kekompakan, Insya Allah kita pasti bisa mewujudkan Aceh Singkil yang maju dan sejahtera, seperti yang dicita-citakan para leluhur kita,” imbuh Gubernur. []</p>
<p>Artikel <a href="https://beaktual.com/pj-gubernur-dan-istri-ziarah-ke-makam-syekh-ali-al-fansuri/">Pj Gubernur dan Istri Ziarah ke Makam Syekh Ali Al Fansuri</a> pertama kali tampil pada <a href="https://beaktual.com">Beaktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://beaktual.com/pj-gubernur-dan-istri-ziarah-ke-makam-syekh-ali-al-fansuri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cek Midi Ajak Penelitian Manfaatkan Referensi dari Naslah Kuno</title>
		<link>https://beaktual.com/cek-midi-ajak-penelitian-manfaatkan-referensi-dari-naslah-kuno/</link>
					<comments>https://beaktual.com/cek-midi-ajak-penelitian-manfaatkan-referensi-dari-naslah-kuno/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Beaktual]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Jun 2023 09:39:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://beaktual.com/?p=4106</guid>

					<description><![CDATA[<p>Banda Aceh, Beaktual.com &#8211; Kaum milenial dinilai penting memahami sejarah masa lalu Aceh, terutama masa-masa kejayaan Kerajaan Aceh Darussalam. Apalagi saat ini</p>
<p>Artikel <a href="https://beaktual.com/cek-midi-ajak-penelitian-manfaatkan-referensi-dari-naslah-kuno/">Cek Midi Ajak Penelitian Manfaatkan Referensi dari Naslah Kuno</a> pertama kali tampil pada <a href="https://beaktual.com">Beaktual</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Banda Aceh, Beaktual.com</strong> &#8211; Kaum milenial dinilai penting memahami sejarah masa lalu Aceh, terutama masa-masa kejayaan Kerajaan Aceh Darussalam. Apalagi saat ini budaya luar marak masuk ke Aceh. &#8220;Bangsa Aceh harus mengenal dirinya sendiri, sehingga bisa menjadi kebanggaan dan kekuatan untuk membangun peradaban yang lebih baik.&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kutipan di atas merupakan sepenggal kalimat yang disampaikan Rektor Universitas Al-Muslim, Dr Marwan, M.Pd, saat memberikan sambutan dalam kegiatan Perjanjian Kerjasama (PKS) empat program studi dengan Rumoh Manuskrip Aceh, Sabtu, 17 Juni 2023 lalu. Rumoh Manuskrip merupakan lembaga serupa museum mini swasta milik kolektor manuskrip Aceh, Tarmizi Abdul Hamid atau akrab disapa Cek Midi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ke empat program studi yang mengikat kerjasama dengan Rumoh Manuskrip Aceh tersebut antaranya Prodi Ilmu Hubungan Internasional, Prodi Pendidikan Geografi, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Program Magister Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial. Keseluruhan program studi tersebut berada di bawah payung Universitas Al-Muslim.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain Rektor Universitas Al-Muslim, turut Hadir dalam kegiatan ini seperti Ketua Prodi HI, Risky Novialdi, S.IP., M.HI, Ketua Prodi Geografi Uviversitas Al-Muslim Wahyudi, S.Pd., M.Pd, Kaprodi Bahasa Indonesia Muhammad Darwis, M.Pd, dan Dr Rahmi Novalitas, S.Pd., M.Pd.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kegiatan yang turut disisipi dengan Kuliah Umum tersebut turut menghadirkan Kolektor Manuskrip Aceh, Cek Midi, sebagai pembicara. Dalam paparannya, tokoh Aceh ini mengungkapkan kegembiraan atas perhatian Universitas Al-Muslim terhadap manuskrip. Dia juga mengajak para peneliti dan mahasiswa di universitas tersebut untuk dapat memanfaatkan referensi dari naskah kuno Aceh sebagai sumber dari semua aspek keilmuan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Ini adalah sesuatu awal langkah kemajuan dalam akademik untuk memajukan kembali warisan negeri Aceh yang pernah berjaya pada masa lalu,&#8221; ujar Cek Midi menanggapi hasil kerjasama dua lembaga tersebut kepada media ini, di Banda Aceh, Selasa, 20 Juni 2023.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, khazanah warisan budaya produk masa lalu ini harus dikaji secara detil oleh pengabdi akademik untuk menggabungkan kedua era keilmuan dari masa lalu ke masa kini. Penadatanganan kerjasama antara lembaga Universitas Al-Muslim dengan Rumoh Manuskrip Aceh, menurut Cek Midi, juga turut menunjukkan tingkat kesadaran yang tinggi antara mahasiswa dengan peneliti dalam melestarikan warisan manuskrip Aceh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Persembahan dari kerjasama ini akan kita sampaikan kepada generasi calon intelektual kampus dan masyarakat demi terciptanya marwah dan harkat martabat Aceh untuk sekarang dan yang akan datang,&#8221; pungkas Cek Midi yang kini memiliki ratusan koleksi manuskrip Aceh di rumahnya tersebut.[<em>Boy Nashruddin Agus]</em></p>
<p>Artikel <a href="https://beaktual.com/cek-midi-ajak-penelitian-manfaatkan-referensi-dari-naslah-kuno/">Cek Midi Ajak Penelitian Manfaatkan Referensi dari Naslah Kuno</a> pertama kali tampil pada <a href="https://beaktual.com">Beaktual</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://beaktual.com/cek-midi-ajak-penelitian-manfaatkan-referensi-dari-naslah-kuno/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
