Pemerintah Aceh: Bantuan Meugang Presiden Wajib Disalurkan dalam Bentuk Daging

oleh -861 Dilihat

Banda Aceh, Beaktual.com – Pemerintah Aceh menyampaikan sejumlah penjelasan terkait pelaksanaan realisasi Bantuan Meugang Presiden menjelang bulan suci Ramadan 2026. Bantuan tersebut akan disalurkan kepada masyarakat dalam bentuk daging sapi yang telah dipotong, bukan dalam bentuk uang tunai.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, mengatakan pelaksanaan program tersebut merujuk pada petunjuk pelaksanaan yang dikeluarkan Menteri Dalam Negeri melalui Surat Nomor 400.6/848/SJ tertanggal 12 Februari 2026 tentang Penggunaan Bantuan Presiden untuk Meugang Menjelang Bulan Ramadan Tahun 2026.“

Dalam surat tersebut, para bupati diminta segera melakukan belanja pembelian sapi lokal melalui dinas atau SKPD terkait,” kata Muhammad MTA dalam keterangannya 14 Februari 2026.

Ia menjelaskan, proses pengadaan dapat dilakukan dengan melakukan perubahan penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK). Perubahan tersebut cukup dilaporkan kepada pimpinan DPRK sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

MTA menegaskan bahwa bantuan meugang dari Presiden wajib disalurkan dalam bentuk daging yang telah dipotong kepada masyarakat penerima manfaat. Ketentuan ini dimaksudkan agar bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat dalam bentuk yang telah ditetapkan.

Menurutnya, arahan Mendagri tersebut sekaligus mempertegas mekanisme pelaksanaan program sehingga pemerintah daerah dapat menjalankannya secara baik dan bertanggung jawab.

Gubernur Aceh, lanjutnya, juga berharap para bupati bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dapat melakukan pendampingan terhadap pelaksanaan program oleh SKPD terkait. Koordinasi dengan para keuchik di tingkat gampong juga dinilai penting agar distribusi bantuan berjalan lancar.

“Gubernur berharap seluruh pihak dapat membangun koordinasi yang komprehensif sehingga distribusi Bantuan Presiden ini berjalan sukses dan memberi berkah bagi masyarakat dalam menyambut Ramadan,” ujarnya.

Di sisi lain, Pemerintah Aceh juga terus melakukan berbagai langkah pemulihan pascabencana dengan supervisi dari Pemerintah Pusat. Dalam berbagai kesempatan, Gubernur Aceh mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap bersatu dalam upaya membangun kembali daerah.

“Harapannya Aceh dapat bangkit dari bencana dan menjadi lebih baik ke depan,” kata MTA.[]