Pemerintah Aceh Tunggu Data Kemenlu Soal WNI Asal Aceh di Iran

oleh -1227 Dilihat

Banda Aceh, Beaktual.com — Pemerintah Aceh hingga kini masih menunggu informasi resmi dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI terkait klasifikasi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran dan kawasan Timur Tengah berdasarkan asal daerah, termasuk dari Aceh.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, mengatakan hingga saat ini Kemenlu baru menyampaikan data umum jumlah WNI di Iran tanpa rincian daerah asal. Karena itu, Pemerintah Aceh belum dapat memastikan berapa jumlah warga Aceh yang berada di negara tersebut.

“Sejauh ini pihak Kemenlu belum menyampaikan klasifikasi WNI berdasarkan asal daerah masing-masing, termasuk apakah ada warga Aceh yang berada di Iran maupun negara Timur Tengah lainnya,” kata MTA.

Menurut MTA, berdasarkan informasi resmi yang disampaikan Kemenlu kepada publik, terdapat sekitar 329 WNI yang saat ini berada di Iran. Mayoritas dari mereka merupakan mahasiswa dan pelajar yang menetap di dua kota utama, yakni Qom dan Teheran.

Ia menjelaskan, pemerintah pusat melalui Kemenlu juga telah mulai melakukan langkah evakuasi terhadap WNI dari Iran sejak Jumat (6/3). Pada tahap pertama, sebanyak 32 orang berhasil dievakuasi melalui jalur Azerbaijan.

“Evakuasi tahap pertama telah dilakukan terhadap 32 WNI melalui Azerbaijan. Pemerintah RI akan terus melanjutkan proses evakuasi sesuai dengan perkembangan kondisi keamanan di wilayah tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, untuk WNI yang berada di negara-negara Timur Tengah lainnya, MTA menyebutkan kondisinya relatif aman. Namun, pemerintah setempat telah mengeluarkan imbauan keamanan kepada seluruh warga, termasuk warga asing, agar tidak keluar rumah kecuali untuk kepentingan mendesak.

Di sisi lain, Pemerintah Aceh melalui Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) di Jakarta terus melakukan koordinasi intensif dengan Kemenlu guna memperoleh informasi terbaru terkait keberadaan dan kondisi WNI asal Aceh di kawasan tersebut.

“Pemerintah Aceh melalui BPPA di Jakarta terus berkoordinasi dengan Kemenlu untuk memantau perkembangan situasi. Jika ada informasi terbaru, tentu akan segera kami sampaikan kepada rekan-rekan media,” kata MTA.[]

No More Posts Available.

No more pages to load.