Studi Terbaru: Orang yang Telah Divaksin Sangat Jarang Tertular Covid-19

oleh -77 Dilihat

Beaktual.com – Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular (CDC) di Amerika Serikat memberikan laporan baru tentang Covid-19.

Studi yang mereka lakukan menemukan bahwa proses vaksinasi Covid-19 ternyata berperan sangat penting dalam pencegahan penyebaran pandemi.

CDC menyebutkan bahwa infeksi Covid-19 sangat jarang terjadi bagi seseorang yang telah menjalani vaksinasi penuh.

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari ABC News, CDC menyebutkan hanya terdapat sedikit sekali orang yang kembali dinyatakan positif Covid-19 setelah divaksinasi.

Laporan CDC baru menunjukkan bahwa infeksi terobosan semacam itu dapat terjadi hanya pada 0,01% dari semua orang yang divaksinasi penuh.

Infeksi terobosan adalah kasus Covid-19 yang kembali terjadi setelah seseorang menjalani proses vaksinasi.

“Vaksin sangat efektif untuk mencegah infeksi, tetapi tidak ada yang 100% melindungi,” kata CDC dalam laporannya.

CDC juga menjelaskan bahwa proses vaksinasi sangat efektif untuk melindungi orang dari rawat inap ataupun kasus kematian.

“Laporan ini membantu memastikan, dalam pengaturan dunia nyata, bahwa infeksi terobosan jarang terjadi.

“Dan ketika terjadi, sebagian besar tidak memiliki signifikansi klinis,” kata Dr. John Brownstein, kepala petugas inovasi di Rumah Sakit Anak Boston dan profesor pediatri. di Harvard Medical School.

Meskipun sudah dinilai cukup efektif, ahli menyatakan bahwa penting untuk dicatat bahwa tidak ada vaksin di seluruh dunia yang efektif hingga 100 persen.

Vaksin Covid-19 hanya berusaha untuk melindungi seorang pasien dari gejala Covid-19 terburuk.[]

Sumber

No More Posts Available.

No more pages to load.