Kerja Sama Indonesia–Denmark Cetak Agen Perubahan Energi di Pemerintah Aceh

oleh -3174 Dilihat
Sekretaris Dinas ESDM Aceh, Endra, ST, M.Si

Banda Aceh, Beaktual.com – Kolaborasi Pemerintah Aceh dengan Indonesia-Denmark Energy Partnership Programme (INDODEPP) terus menunjukkan hasil nyata dalam mendukung agenda transisi energi dan konservasi energi di daerah.

Melalui program pelatihan dan sertifikasi Manajer Energi yang berlangsung pada 2–5 Februari 2026 di Banda Aceh, enam Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Aceh berhasil memperoleh sertifikasi profesional dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Program yang merupakan bagian dari kerja sama bilateral Indonesia dan Denmark tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah dalam mengelola konsumsi energi secara efisien, cerdas, dan berkelanjutan di lingkungan perkantoran pemerintah.

Perwakilan INDODEPP sekaligus Head of Energy Cooperation Indonesia-Denmark dari Danish Energy Agency, Mikkel Kamp Hansen, menyampaikan apresiasi atas komitmen para peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dan asesmen kompetensi.

Menurutnya, keberadaan manajer energi bersertifikat akan memberikan dampak nyata terhadap upaya efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon.

“Para manajer energi ini adalah agen perubahan. Implementasi manajemen energi yang konsisten di gedung-gedung pemerintah akan berkontribusi signifikan terhadap efisiensi energi nasional dan menekan emisi karbon secara kolektif,” kata Mikkel.

Sementara itu, Sekretaris Dinas ESDM Aceh, Endra, ST, M.Si, mengatakan Pemerintah Aceh menyambut baik dukungan Pemerintah Denmark melalui INDODEPP dalam pengembangan kapasitas aparatur daerah di bidang energi.

Ia menilai kehadiran manajer energi bersertifikat akan memperkuat implementasi kebijakan konservasi energi di lingkungan Pemerintah Aceh sekaligus mendukung target nasional menuju sistem energi yang lebih hijau dan efisien.

“Kompetensi ini bukan hanya untuk individu, tetapi menjadi modal penting bagi Pemerintah Aceh dalam mewujudkan pengelolaan energi yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Endra.

Pemerintah Aceh berharap para ASN yang telah tersertifikasi dapat menjadi motor penggerak penerapan budaya hemat energi di instansi masing-masing serta mendorong terciptanya bangunan pemerintah yang lebih ramah lingkungan.

No More Posts Available.

No more pages to load.