Rekomendasi Teknis dan Imbauan ESDM Aceh Terkait Gerakan Tanah di Ketol

oleh -74 Dilihat

Banda Aceh, Beaktual.com – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh mengeluarkan sejumlah rekomendasi teknis dan imbauan kepada pemerintah daerah serta masyarakat terkait potensi gerakan tanah dan longsor yang masih terjadi di Kecamatan Ketol dan sejumlah wilayah Kabupaten Aceh Tengah.

Kepala Dinas ESDM Aceh, Taufik, ST, M.Si, mengatakan langkah mitigasi perlu segera dilakukan guna mengurangi risiko bencana, terutama pada lokasi bekas longsoran yang masih menunjukkan rekahan aktif dan indikasi ketidakstabilan lereng.

Menurut Taufik, salah satu langkah paling penting adalah meningkatkan pengawasan terhadap kawasan rawan gerakan tanah, khususnya saat memasuki musim hujan.

“Pemerintah daerah dan instansi terkait perlu meningkatkan kewaspadaan serta pengawasan terhadap daerah-daerah rawan gerakan tanah, terutama pada lokasi bekas longsoran yang masih memperlihatkan rekahan aktif,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa air hujan menjadi salah satu faktor utama pemicu longsor karena dapat meningkatkan tekanan air pori di dalam tanah dan menurunkan kestabilan lereng. Oleh sebab itu, pengendalian air permukaan melalui pembangunan dan pemeliharaan sistem drainase yang baik menjadi bagian penting dari upaya mitigasi.

Selain itu, Dinas ESDM Aceh juga merekomendasikan agar opsi relokasi trase jalan dipertimbangkan pada lokasi-lokasi yang memiliki tingkat kerawanan tinggi, khususnya yang mengancam infrastruktur strategis dan keselamatan pengguna jalan.

Taufik menambahkan bahwa pemantauan berkala terhadap pergerakan tanah harus terus dilakukan melalui pengamatan lapangan maupun pengukuran teknis lanjutan. Pemasangan rambu peringatan serta pembatasan aktivitas di sekitar zona rawan longsor juga dinilai penting untuk meminimalkan risiko korban maupun kerugian material.

Dinas ESDM Aceh juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat mempercepat terjadinya gerakan tanah, seperti pemotongan lereng tanpa kajian teknis maupun pembukaan lahan pada kawasan yang memiliki tingkat kerentanan tinggi.

Masyarakat diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan tanda-tanda awal gerakan tanah, seperti munculnya rekahan tanah, pohon atau tiang yang mulai miring, serta perubahan pola aliran air di sekitar permukiman maupun lereng.

“Upaya mitigasi gerakan tanah membutuhkan kerja sama semua pihak. Kewaspadaan dini dan penanganan yang tepat akan sangat membantu mengurangi risiko dan dampak bencana di kemudian hari,” kata Taufik.

Ia berharap pemerintah daerah dapat memperkuat sosialisasi kebencanaan kepada masyarakat serta menjadikan kajian geologi teknik dan tata lingkungan sebagai salah satu pertimbangan utama sebelum pembangunan infrastruktur maupun pengembangan kawasan permukiman di daerah rawan longsor.

No More Posts Available.

No more pages to load.